BMC (BUSINESS MODEL CANVAS): BISNIS DONAT UBI UNGU




Hi Guys....

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan Business Model Canvas untuk merencanakan bisnis kami yaitu bisnis donat ubi ungu yang bernama DonatKita.

Ketika ingin memulai sebuah bisnis, Anda pasti berharap bisa menjalankan bisnis dengan baik tanpa hambatan sekali apapun.

Biasanya, para founder startup mematangkan model bisnis sebagai strategi yang akan dilakukan sebuah bisnis untuk menghasilkan nilai (value) untuk berbagai pihak yang terlibat dalam proses itu sendiri.

Sebagai informasi yang perlu Anda ketahui, model bisnis dan rencana bisnis memiliki suatu perbedaan.

Model bisnis bertujuan untuk membantu startup memvalidasi sumber daya, aktivitas, kanal, hingga hubungan yang akan dijalin.

Sedangkan rencana bisnis sebagai strategi untuk mencapai target yang diinginkan sehingga nantinya akan berbicara mengenai pemasaran, keuangan, dan lain-lain.

Model bisnis bagi startup tahap awal hanyalah bersifat eksperimental.

Artinya, konsep yang dibuat pertama kali bisa saja tidak berhasil diimplementasikan, karena founder perlu melakukan pengujian, validasi, dan pembuatan ulang, hingga menemukan model yang pas untuk startupnya.

Umumnya, suatu bisnis startup akan menggunakan bisnis model kanvas.

Ini adalah kerangka yang paling populer bagi bisnis startup dan mampu menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis untuk menghasilkan kinerja yang lebih optimal.

Model bisnis Kanvas ini dapat digunakan untuk semua jenis startup, tanpa terbatas sektor usahanya. Dengan model ini, Anda bisa lebih mudah untuk menganalisis kekuatan dan kekurangan proses bisnis.

Apa itu Bisnis Model Kanvas?

Business Model Canvas atau Bisnis Model Kanvas adalah strategi manajemen yang berupa visual chart dan terdiri dari 9 elemen untuk membantu perencanaan bisnis sebelum dibentuk.

Model bisnis ini diperkenalkan pertama kali oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation.

Dalam buku tersebut, Alexander menjelaskan sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis.







1. Costumer Segments

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika menggunakan bisnis model kanvas adalah menentukan segmentasi pelanggan yang bisa menjadi target bisnis Anda.

Segmentasi pelanggan yang menjadi target usaha kami adalah laki-laki maupun perempuan mulai dari anak kecil hingga orang dewasa terutama kalangan remaja.


2. Value Proposition

Setelah menentukan segmentasi pelanggan, Anda harus mulai membuat penjelasan dan rincian dari  keunggulan produk.

Tidak lupa Anda juga harus menjelaskan secara rinci apa saja poin-poin yang bisa mendatangkan manfaat yang ditawarkan perusahaan untuk target pelanggannya.

Anda bisa menjabarkan kekuatan dan keunggulan yang membedakan bisnis Anda dengan bisnis lainnya, atau keunikan usaha yang ingin Anda buat.

Keunggulan produk "DonatKita" adalah adanya dessert yang sehat, enak, dan terjangkau dengan tampilan yang menarik. 



3. Channels



Selanjutnya, Anda bisa mulai menentukan media atau channel apa yang ingin Anda gunakan untuk memasarkan produk yang ingin Anda jual.

Dengan elemen yang satu inilah, Anda baru bisa menyampaikan value propositions kepada customer segments dengan jelas.

Channel bisnis kami adalah melalui media sosial seperti instagram, tiktok, dan twitter. Kami juga memakai aplikasi chat seperti whatsapp, dan DM.


4. Revenue Streams

Ini merupakan elemen model bisnis kanvas yang paling vital, di mana perusahaan bisa memperoleh pendapatan dari pelanggan.

Anda harus mengelola elemen ini dengan baik dan memastikan tidak ada bahan baku, produk, atau kinerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk mendapatkan keuntungan besar.  
Revenue Streams bisnis "DonatKita" adalah penjualan produk donat ubi ungu.

5. Key Resource

Key resource yang dimaksud di sini adalah elemen yang berisi daftar sumber daya yang sebaiknya direncanakan dan dimiliki perusahaan.

Elemen ini harus dikelola dengan baik untuk mewujudkan value proposition bisnis Anda.

Key Resource bisnis kami adalah ubi ungu sebagai bahan utama dan bahan kue sebagai bahan pelengkapnya.


6. Costumer Relationship

Pelanggan merupakan salah satu aset penting yang memengaruhi keberhasilan sebuah bisnis. Jika ingin bisnis yang bertahan lama, Anda harus memastikan pelanggan Anda loyal dan setia terhadap produk Anda.

Kami menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan secara intens, seperti dengan tetap berhubungan di sosial media, dan dengan memberikan thank you card pada pesanan.


7. Key Activities

Key activities ini merupakan semua aktivitas yang berhubungan dengan produktivitas bisnis dan berkaitan dengan sebuah produk. Kegiatan utama dalam elemen ini adalah untuk menghasilkan proposisi nilai.

Dalam membuat elemen ini, Anda harus menjelaskan bagaimana caranya menciptakan value proposition bisnis dengan melakukan beberapa aktivitas dengan tujuan produk atau jasa menjadi lebih dikenal dan diterima banyak orang.

Key activities kami yaitu membuat dessert, pengemasan dan pemasaran.


8. Key Partnership

Elemen ini digunakan untuk pengorganisasian aliran produk atau layanan lainnya. Posisi-posisi key partnership ini memiliki manfaat untuk memberikan efisiensi dan efektivitas dari key activities yang telah dibuat.

Anda bisa menjalin hubungan baik untuk menciptakan siklus bisnis sesuai dengan tujuan bisnis Anda, misalnya dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan atau usaha lain untuk meningkatkan performa bisnis lebih cepat. 

key partnership kami yaitu kami bermitra dengan penjual ubi ungu dan toko bahan kue. Selain itu kamu juga memakai layanan antar seperti Go-food dan Grab-food. Disamping itu kami juga bekerja sama dengan keluarga dan teman-teman.



9. Cost Structure

Elemen terakhir yang harus Anda perhatikan adalah struktur pembiayaan bisnis atau cost structure. Ini menjadi hal penting untuk mengurangi risiko kerugian.

Bagaimana caranya? Anda harus bisa mengelola biaya secara efisien agar pengeluaran bisnis menjadi lebih hemat. Elemen ini juga bisa memengaruhi proposisi nilai yang tepat untuk pelanggan.

Jadi, pastikan Anda membuat laporan keuangan yang tepat dan sesuai untuk bisnis.

Cost structure kami adalah biaya produksi, packaging, dan pengiriman.


Itulah Bisnis Model Canvas (BMC) "DonatKita". Untul kalian yang memulai bisnis, atau baru ingin memuai bisnis, pastikan perencanaan bisnis kalian sudah tepat ya. Dengan begitu akan sangat membantu dalam menjalankan bisnis kalian.

Komentar

  1. Balasan
    1. Siapp.. semangat juga kakak πŸ˜ŠπŸ‘

      Hapus
  2. waa informatif sekaleee, semangat teroos!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kakak. Semoga bermanfaat 😊

      Hapus
  3. Wahh informatif sekaliπŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Terima kasih kakak. Sukses selalu πŸ™πŸ˜Š

      Hapus
  5. Keren banget kakπŸ‘πŸΌ

    BalasHapus
  6. Informasi yang sangat membantu! πŸ‘‹πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kakak, semoga bermanfaat πŸ™πŸ˜Š

      Hapus
  7. Wah... Informasih yang sangat baguss... Semoga yang baca bisa terinspirasi dan selalu semangat untuk Donat nya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kakak, semoga bermanfaat πŸ˜ŠπŸ™

      Hapus
  8. Mantap kak, semangat kak ( komang putra astika)

    BalasHapus

Posting Komentar